ss_blog_claim=41b7ebed049d02b8ba1e57e2acca4415
Pikiranmu Pikiranku
Apa anda pernah berpikir tentang kehidupan anda. Sesuatu hal kecil yang sering terasa janggal. Terkadang membawa suatu peruntungan terkadang membawa kesialan. Semua itu menurut kitab ilmu bumi dan alam, menurut kitab itu juga terdapat perhitungannya. Menurut kitab Islam, mungkin kristiani juga ada. Namun tidak akan di bahas disini karena akan membuat perubahan suatu pola pikir maupun pemikiran agama lainnya. Karena menurut saya sendiri, semua agama itu mengajarkan bukan hanya kebaikan untuk jiwa dan emosi, namun untuk memilih kebaikan dalam menjalankan kehidupan. Ini hanya pandangan saya sendiri, bisa dibilang idealisme terhadap kehidupan ini, bukan kepribadian diri sendiri, ini merupakan kejamakan dalam hidup.

Suatu perkataan yang sudah melekat dalam tiap pola pikir setiap manusia "Takdir tidak dapat dirubah tetapi Nasib bisa dirubah". Dari sugesti itulah, setiap manusia punya keinginan untuk merubah kebiasaan, pola pikir dan hidup mereka untuk lebih baik dalam rangka memakmurkan diri. Di sisi lain ada kalanya manusia memilih berusaha untuk tidak dengan menggunakan logika rasional, Irasional juga salah satu pilihan dalam menjalankan usaha tersebut. Hal yang terkait dengan irasional ini, seperti sesuatu yang tidak terlihat tetapi ampuh dan terbukti nyata, mengatasi kendala yang belum mampu logika rasional cerna. Seperti halnya ramalan garis tangan, ramalan perbintangan sampai ramalan yang ilmunya belum dapat dimengerti langsung. Ada yang didapat karena bakat alami, maupun pembelajaran turun temurun dan belajar tekun kepada seorang ahli di bidang tersebut.

Semua manusia pastinya ingin hidup layak, dapat menikmati artinya menjadi mahluk hidup, terlepas dari aturan yang mengekang, dan ingin merasakan apa yang biasa orang namakan surga dunia. Dari situlah manusia makin hari semakin melupakan aturan yang sama sekali tidak tertulis. Padahal tulisan tersebut sudah melekat jauh di setiap alam bawah sadar manusia. Suatu aturan yang dapat menciptakan pembatasan untuk menjaga keseimbangan. Segala sesuatu yang bersifat negatif, belum tentu buruk bagi yang lain, dan demikian sebaliknya yang positif belum tentu baik bagi yang lain. Ada arti yang tersirat, arti alami yang manusia belum tentu menggapainya. Karena itulah manusia sering mengalami kegagalan, dan terkadang menyemangati dirinya sendiri dengan sugesti yang dapat memberikan semangat agar etos kerjanya bangkit. Bagi yang sering menyalahkan diri sendiri, menyalahkan orang lain, bahkan sampai mengganggap itu kesialan dalam nasib. Sebenarnya itu adalah efek samping dari teori sebab akibat itu sendiri. Mereka yang sering tertimpa efek kesialan itu menjadi berpikir keras untuk menimpakan kesalahan yang mereka perbuat sendiri agar diri mereka terhibur. Pada akhirnya justru itulah yang cenderung akan membiasakan kita kepada kesialan dan kalimat "Hidup ini tidak adil" akan bermunculan dan menjadi sugesti tersendiri.

Ingatlah, Kita ini hidup bersama dalam satu rumah hunian terbesar di jagad raya. Apapun yang terjadi kepada rumah itu menjadi tanggungan penghuninya. Apa yang terjadi pada setiap penghuni ditanggung oleh hunian tersebut? Pastinya saya akan menjawab tidak, dan mungkin sebagian akan menyalahkan rumahnya sendiri. Apa yang terjadi bila penghuni "sial" ini melakukan kegiatan frustasinya? cenderung orang di sekitarnya akan menjauhi dia. Bagaimana bila dia sudah terlepas dari frustasi, namun menulari kesialannya kepada orang sekitar. Mungkinkah terjadi? Saya akan menjawab "pasti akan terjadi". Karena orang sial itu akan meyakinkan anda bahwa "hidup itu tidak adil". Seperti yang tertimpa kepada dia, nasib yang dia alami. Bukan hanya sekedar cerita atau berbagi pengalaman saja, nasib dia itu akan terekam di alam pikiran bawah sadar anda, secara tidak sadar. Jadi itu tergantung anda menyingkapi semua persoalan yang anda lihat, didengar, dirasa. Namun bukan itu yang saya ingin beritahukan. Yang saya maksudkan yaitu hilangkan rasa khawatir akan tertular dengan orang sial tersebut. Karena jika anda berpikir untuk merubah pola pikirnya dan merubah gaya hidup kesialannya itu menjadi keuntungan bagi dirinya, maka anda adalah orang yang beruntung yang membawa keberuntungan bagi orang tersebut. Dari proses itulah tercipta adanya keseimbangan dalam hidup.

Setiap proses kehidupan yang dijalani ada makna dan tujuan. Rasa cemas, khawatir, ketakutan pikiran yang berlebihan itulah yang seharusnya di balikan kondisinya. Sebagian besar orang yang menderita kemiskinan tidak bertahan untuk melanjutkan hidup seperti itu. Sebagian orang yang bernasib lebih baik, merasa beruntung dengan hidupnya yang sudah kaya. Akibatnya keseimbangan tidak terjaga harmoni. Dalam hidup ini perbuatan yang kita lakukan terdapat hukum alam yang sangat natural sekali. Ada timbal balik, memberi menerima dan sebab akibat. Karena adanya hukum alam yang juga tidak tertulis dengan pasti, Bila saja manusia itu mengerti akan kondisi sendiri, mahluk hidup lainnya dan alamnya. Seperti waktu berjalan setiap detiknya, adanya siang dan malam, matahari terbit dari timur dan tenggelam di barat. Gaya tarik menarik dan menjaga keseimbangan antar planet lainnya. Pasti saja keseimbangan yang dikerjakan tanpa keterpaksaan dan dalam proses yang alami akan berjalan semestinya untuk mencapai keharmonisan yang natural. Kalimat ketidakadilan itu akan punah, hilang ditelan waktu.
Tanah, Air dan Noda Kemanusiaan
Teriakan merdeka atau mati akan selalu dikenang para pewaris kemerdekaan pada setiap tanggal 17 agustus. Indonesia seharusnya lebih berbangga lagi karena dulu bangsa ini merdeka bukan hasil dari pemberian dari para koloni penjajah, namun kemerdekaan itu diraih oleh para pejuang bangsa indonesia dengan semangat tekad juang demi membebaskan belenggu yang telah merenggut kehormatan jati diri para bangsa yang ada di bumi nusantara yakni indonesia. Namun bila sejenak kita kenang, sejarah dulu mengapa keinginan masyarakat senusantara ingin merdeka begitu kuat. Terlalu lama tersakitikah, sama- sama terjajah oleh belandakah atau karena wilayah yang pernah bersatu dulu dibawah naungan satu kerajaan. Jelasnya Panjangnya waktu penjajahan menekan batin untuk memberontak, keinginan diri untuk bebas, menjadi tuan di negeri sendiri.

Kala itu 17 agustus 1945 bukan merupakan kemerdekaan indonesia, tetapi awal dari suatu kebangkitan, tonggak baru perlawanan, masa dimana kebersamaan untuk merdeka terjalin kuat, kokoh berdiri bersama diantara belahan2 daerah yang bersuku budaya yang berbeda - beda. Keseragaman untuk mendirikan sebuah negara. Pelopor kemerdekaan indonesia. Setelah itu masih banyak perjuangan - perjuangan yang dilakukan pemuda indonesia dari berbagai elemen lapisan masyarakat. Jepang kalah telak oleh sekutu. Pemboman hirosima nagasaki pukul mundur tentara jepang yang berada di indonesia. Membuat moral mereka turun.

Masa peralihan berganti, belanda datang kembali. Sambil membonceng sekutu dengan dalih ingin membebaskan indonesia. Usaha demi menjaga hak secara de facto belum cukup. Pengakuan indonesia merdeka di mata dunia harus didapatkan. Saling silang pendapat, banyaknya argumentasi tanpa titik temu memaksa perang adalah jalan akhir dari kebuntuan. Jiwa pejuang melayang tak terhitung banyaknya. Darah yang membanjiri tanah air seakan mengatakan "demi masa depan anak bangsa indonesia". Apakah pantas pengorbanan para pejuang itu demi satu alasan. pantaskah mereka menjadi tumbal peperangan. Seberapa mahalnya harga tanah air ini hingga menumpahkan sekian banyak darah. Mereka yang meninggalkan noda sudah pasrah, rela. Mereka yang ditinggalkan tidak rela menerima kepergian hanya bisa pasrah.

Dengan berjalannya waktu, sejarah akhirnya tercipta untuk negara Republik Indonesia. Pengakuan sudah tersurat, kini beralih masa kemandirian. Negara membutuhkan aturan, kepemerintahan, wilayah dan elemen terpenting yaitu masyarakat. UUD45 dicanangkan. Wilayah dari sabang sampai merauke. Pencapaian yang begitu besar, namun bisa tercela akibat pergolakan politik oleh pemberontakan - pemberontakan dan pengkhianatan demi harta dan kekuasaan. Namun apalagi selain itu, pertanyaan yang selalu terukir setelah membuka satu persatu halaman buku sejarah indonesia. Mengapa harus berperang dengan saudara sendiri. Apa keinginan mereka selanjutnya setelah merdeka. Waktu berlalu tidak pasti. Kadang terasa berjalan lambat, kadang cepat. Masa peralihan kekuasaan dari orde lama, lalu orde baru, sekarang orde reformasi. Masih kental dengan perjuangan. Berapa banyak tumbal yang dibutuhkan. Banyak darah pemuda yang bergelimpangan demi adanya perubahan gaya hidup yang layak.

Apakah konflik itu perlu terjadi sedemikian parahnya. Memang umur bangsa indonesia masih terbilang muda. Perlu banyak berbenah untuk mendewasakan diri. Sebenarnya tanah air tidak butuh lagi korban, namun cara berpikir dan pandangan kita yang akhirnya membuahkan hasil yang tidak pasti, belum seirama, belum terfokuskan, bahwa seluruh wilayah yang ada di dalam lingkaran indonesia membutuhkan kepedulian. Bukan akibat dari bencana alam dan musibah lainnya baru keprihatinan itu muncul kembali. Sangat dimengerti sekali, mengapa indonesia belum seutuhnya bersatu. Berkepala dua masih bisa berkompromi, kepala tiga atau empat bisa terjaga dan saling memaklumi, bila beratus atau beribu kepala, masih bisa terikat erat nan kokoh?

Keajaibannya Indonesia memiliki beraneka ragam suku bangsa. Memang negara ini masih terdapat pemberontakan yang akhirnya menghilangkan satu wilayah yaitu Timoer Leste. Namun bangsa lainnya tetap bersatu, walau masih ada keraguan untuk bertahan dan saling menahan pada lingkaran yang sama. Sering kali terlihat di berita, demo - demo terdengar dipenjuru daerah. Menyatakan ketidakpuasaannya kepada wakilnya. Dengan sangat disayangkan ujung - ujungnya berakhir kisruh. Bila saja para penanggung jawab jabatan alias pejabat tidak sibuk sendiri dengan masalahnya dan mau berkompromi, menemui para pendemo, mendengarkan keluh kesahnya, maka kerusuhan tidak akan terjadi. Negara ini sudah merdeka, banyak dari mereka yang menikmati kemerdekaan ini, tidak sedikit pula yang masih merana.

Sudah waktunya kritikan ditunda. Saatnya menunggu, memperhatikan, mengawasi sejenak lalu bertindak dengan didahulukan perencanaan yang matang, agar perubahan yang hendak dilaksanakan berjalan sesuai keinginan. Bukan saatnya lagi bertindak gegabah, bermain otot yang akhirnya merusak lingkungan, terjadi lagi korban, yang berakhir pada kerugian pada negara itu sendiri. Sudah waktunya belajar untuk merenungkan sesaat, tentang banyaknya kesalahan, mengapa perkembangan negara ini malah terbelakang. Bukan dengan argumentasi, Indonesia butuh solusi, Indonesia butuh budaya kepengurusan bukan budaya pengrusakan.

Pertanyaan yang selalu selalu datang, tidak bisa dihiraukan, selalu saja datang, pergi dan kembali lagi. Indonesia mempunyai berbagai kebudayaan. Dalam konteks ini budaya merupakan sebagian dari suatu paham yang dibuat oleh manusia. Agama datang dari Sang Maha Pencipta, yang disebarkan oleh pembawa beritaNya. Memang sebagian besar mayoritas dipegang oleh satu agama. Bila agama ini mempunyai peranan yang penting dalam politik, berarti agama lainnya yang disahkan oleh negara ini bisa berpolitik. Apa akibatnya bila semua agama ini bersatu dalam politik. Banyaknya perbedaan pendapat juga terlihat pada banyaknya partai baru yang berdiri. Apakah membuat partai baru ini merupakan sebuah solusi, yang diakhir pemilihan hanya bisa menduduki beberapa kursi saja, sementara hasil dari setiap rapat anggota beberapa partai yang menang dan hanya yang mendapatkan banyak kursi yang berpeluang menjalankan roda berpolitiknya. Entah untuk keperluan anggotanya sendiri, entah untuk nasib warga negara itu sendiri.

My NeighbourHood



  • Related Posts with Thumbnails

    Free PageRank Checker






    Increase your 
back-link numbers and therefore your website's page rank by: 
1.Back-links, page rank and keywords ANALYSIS and 2. Back-link 
rotation exchange rotation system & Google-Bot detection and behavior 
analysis

    Related Website





    Ads



    Buy and sell Text Links



    Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com














    Masukkan Code ini K1-5941A9-6
    untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

    Blog Community

    Follow Make 
your work worth

    Bloggy Award



    free counters

    Get your own LinkBox!

    Related Websites

    License

    Creative Commons License
    Make your work worth by Ray is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 2.5 License.
  • Blog Link

    Label Cloud

    Blog List